Jumat, 14 Juni 2013

Sektor Unggulan NTT ( Pertanian & Perkebunan )

Pertanian & Perkebunan




KAWASAN PERUNTUKAN PERKEBUNAN


Jenis tanaman perkebunan di Kabupaten Kupang terdiri dari jenis Kelapa, Coklat, Kapuk, Kemiri, Pinag, Kopi, Jambu Mente, Lontar, Vanili, Pala dan Jarak.
Adapun komuditi perkebunan yang memiliki rata-rata nilai di atas rata-rata keseluruhan kabupaten yaitu terdapat pada jenis kelapa sebesar 66,90%. Coklat sebesar 388,91%. dan Jambu Mente sebesar 100,80 %. untuk lebih jelasnya lihat pada tabel berikut ini :
NoJenis Komuditi PertanianLokasi Kecamatan
1KelapaSemau selatan, Kupang tengah, Kupang timur, Amarasi, Amarasi barat, Amarasi selatan, Amarasi timur, Amabi Oefeto tmr, Sulamu, Fatule’u, Takari, Amfoang selatan.
2CoklatAmarasi barat, Amarasi, Amarasi selatan, Amfoang Selatan, Amfoang utara.
3Jambu MenteKupang barat, Kupang tengah, Nekamese, Taebenu, Amarasi barat, Amarasi timur , Amabi Oefeto,Sulamu, Fatuleu barat, Fatuleu, Fatuleu tengah, Takari, Amfoang Selatan, Amfoang timur.
4KapukSemau Selatan, Kupang tengah, Taebenu, Amfoang selatan, Amfoang utara.
5KemiriKupang timur, Kupang tengah, Amarasi barat, Amarasi timur , Amarasi, Amfoang Selatan, Amfoang utara, Amfoang barat laut.
6PinangKupang tengah, Nekamese, Amarasi, Amarasi barat, Amarasi timur ,Amarasi selatan, Amabi Oefeto,Amfoang barat daya, Amfoang utara, Amfoang barat laut.
Sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kupang 2010
Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan dalam rangka peningkatan pendapatan menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Bahkan dalam programnya yang terbaru Bupati Kupang mencanangkan pemanfaatan lahan tidur melalui satu pekan yang khusus dipakai oleh masyarakat dan aparat pemerintahan dengan bantuan TNI untuk mempersiapkan lahan tidur. Lahan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus bahwa program ini dimaksudkan untuk mengubah pola pikir masyarakat, yang selama ini hanya mempunyai pola pikir cukup untuk menghasilkan apa yang dimakan menjadi pola pikir yang mampu menghasilkan komoditi. Prilaku produktifitas yang hanya berorientasi untuk menghasilkan tanaman pangan menjadi produktifitas yang menghasilkan komoditi yang mempunyai nilai jual sehingga masyarakat akan mempunyai kemandirian ekonomis.


Produksi Cabe

Pemanfaatan Lahan Tidur
Tanaman yang dianjurkan Bupati Kupang adalah tanaman seperti jarak, jambu mente, kutulak dan sebagainya. Dalam rangka monitoring kegiatan pemanfaatan lahan tidur ini para camat, kepala kantor, badan, dinas dan bagian lingkup pemerintah kabupaten ditugaskan di setiap kecamatan selama rentang waktu seminggu bersama para PNS dan aparat TNI. Bupati Kupang bertekad bahwa dengan program ini akan dapat menghijaukan setiap jengkal tanah di Kabupaten Kupang, melalui dua tahap musim tanam yaitu tahun 2006/2007 dan 2007-2008. Pada bulan Oktober 2006 diadakan pemagaran dan pada awal musim hujan akan diadakan penanaman. dalam jangka waktu yang seminggu dilapangan Ratusan aparat PNS dan Polisi Pamong Praja dengan didukung aparat TNI serta masyarakat lokal akan mempersiapkan lahan tidur seluas 190 hektar di 29 kecamatan agar bisa diolah dan siap untuk ditanam. Lahan tidur tersebut terdiri lahan tidur milik masyarakat atau perorangan, tanah ulayat dan tanah suku. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan tidur yaitu seluas 194.000 ha di Kabupaten Kupang yang melampaui luas lahan tanaman pangan yang saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Kupang. .
Jenis tanaman yang dikembangkan dalam program ini akan diupayakan semua jenis komoditi yang berguna bagi masyarakat dan pada lokasi tertentu akan ditanami jarak maupun tanaman lainnya seperti kemiri, kopi dan pakan ternak. Pemerintah kabupaten Kupang telah mengalokasi dana dari APBD II untuk mendukung program ini, ditambah lagi adanya sumbangan dari Wakil Presiden Yusuf Kalla yang memberikan 5 juta anakan jambu mente.


Program Pengembangan Agribisnis
Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki keunggulan kompetitif dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Pembibitan tanaman perkebunan berupa pengadaan anakan pala 20.000 pohon, lada 10.000 pohon dan vanili 30.000 pohon dan benih makadamia 100 kilogram. Bibit tanaman tersebut ditanam pada lahan seluas 240 hektar, dengan demikian luas lahan potensial perkebunan bertambah 240 hektar. Dalam upaya meningkatkan potensi lahan-lahan masyarakat yang tidak produktif dilakukan penanaman dan pengembangan agro-forestry untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan penerimaan daerah berupa penanaman 100.000 anakan kelapa sawit, 75.000 anakan kakao, 125.000 anakan kopi, pengadaan anakan jarak 20.000 pohon, jambu mente 21.000 pohon dengan realisasi masing-masing 100 persen. Penanaman bibit dalam upaya pengembangan agribisnis tersebut berdampak pada meningkatnya areal berkebunan yaitu 700 ha kebun kelapa sawit, 185 ha kebun kakao, 75 hektar kebun kopi
Kegiatan pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura pada kawasan andalan. Kegiatan pokoknya adalah penyediaan dan pembuatan data statistik tanaman pangan di Kabupaten Kupang. Kegiatan lainnya adalah pengembangan tanaman agribisnis, tanaman pangan dan hortikultura di Kecamatan Kupang Barat. Adapun dukungan dana APBN diwujudkan dalam kegiatan pengembangan agribisnis jeruk keprok SoE di Kecamatan Amfoang Selatan berupa penanaman 4.000 pohon jeruk dalam areal lahan seluas 100 hektar. Kegiatan lainnya berupa pengembangan industri masyarakat perkebunan dengan lokasi Kecamatan Kupang Barat, Fatuleu dan Sulamu berupa pengembangan agribisnis perkebunan seluas 75 hektar di desa Ekateta dan 400 hektar pemeliharaan tanaman perkebunan di Oeteta, Pariti, Tesbatan dan Tunfeu.

.Program Peningkatan Ketahanan Pangan
Program ini dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan pokok pangan dengan memanfaatkan sumber daya pertanian secara maksimal termasuk keanekaragaman pangan tradisional yang dikonsumsi masyarakat setempat. Peningkatan produksi tanaman pangan berupa pengadaan bibit jagung 10 ton, anakan pisang branga 1.000 pohon, anakan melinjo 1.000 pohon, anakan mangga 5.000 pohon. Bibit tanaman jagung ditanam pada lahan seluas 500 hektar dan bibit melinjo, mangga, pisang branga, sukun ditanam pada areal perkebunan seluas 130 hektar. Untuk menunjang produktivitas lahan dilakukan pengadaan sarana dan prasarana pertanian berupa pengadaan traktor, disk harrow, disk plow dan rotary cultivator. Dengan tersedianya sarana pertanian ini diharapkan akan memudahkan pengolahan lahan dan memperluas areal tanam.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dilaksanakan kegiatan operasional penyelenggaraan penyuluhan dengan kegiatan pokok penyuluhan, latihan, monitoring dan evaluasi IPPKD dan BPP. Juga untuk peningkatan mutu intensifikasi padi di Kecamatan Takari dan Kecamatan Kupang Tengah berupa pembinaan petani dan usaha meningkatkan indeks pertanaman dengan luas areal 300 Ha.  Kegiatan lain berupa penanaman dan pemeliharaan jambu mente 400 hektar serta pengadaan alat pertanian 40 unit. Selain itu dilakukan penelitian pengembangan padi dengan teknologi bokhasi, pengendalian diplodia jeruk, penelitian pengendalian lalat buah mangga serta bantuan benih palawija dan sayuran. Adapun dana luar negeri (BLN) dialokasikan dalam paket kegiatan NTAADP dan DAFEP.

.Potensi yang dapat dikembangkan
Luas areal lahan kering yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian lahan kering di Kabupaten Kupang seluas 619.918,27 Ha. dan yang baru dimanfaatkan seluas 110.087,85 ha. untuk Pertanian Tanaman Pangan.
Potensi Kecocokan Pengembangan Tanaman Pangan (buah-buahan) berdasarkan kecocokan lahan, type iklim dan tinggi tempat dari permukaan laut sesuai hasil inventarisasi Potensi Sumber Daya Lahan dan Pengembangan/Perwilayahan Komoditas buah-buahan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Nusa Tenggara Timur :
Kecamatan : Sabu Barat, Sabu Timur, Raijua, Semau, Kupang Tengah, Kupang Timur dan Sulamu : Tanaman Mangga, Sawo dan Sukun.
Kecamatan Kupang Barat : Tanaman Pisang, Nenas, Sawo.
Kecamatan Amarasi : Tanaman Sawo, Mangga, Pisang.
Kecamatan Fatuleu dan Takari : Salak, Lengkeng dan Durian.
Kecamatan Amfoang Utara dan Amfoang Selatan : Tanaman Melinjo, Lengkeng dan Durian

Sektor Unggulan NTT ( PERTAMBANGAN )


Pertambangan






Gunung Batu Marmer di Kauniki kecamatan Takari

Wilayah Kabupaten Kupang mempunyai potensi bahan galian golongan C yang cukup besar, selain bahan galian golongan C juga terdapat bahan galian golongan B, bahkan tidak menutup kemungkinan juga terdapat bahan galian golongan A.
Namun pada kenyataanya data dan informasi tesebut masih sangat minim,sehingga perlu adanya ker-ja sama dengan pihak swasta. Dan diharapkan agar nan-tinya dapat menarik investor untuk mau menanamkan modalnya pada sektor pertambangan di Kab. Kupang.
Dalam usaha menarik investor inilah upaya pendataan secara bertahap melalui penelitian potensi bahan galian di Kabupaten Kupang perlu dilakukan. Dari hasil penelitian tersebut, untuk mengetahui lokasi keterdapatan, jumlah cadangan, maupun kualitas dari bahan galian yang ditemukan.
Diharapkan dari sektor pertambangan akan dapat membawa dampak positif pada masyarakat yaitu berupa peningkatan sosial ekonomi dan peningkatan pendapat dengan adanya lapangan kerja baru.
Pencapaian Lokasi
Kota Kupang sebagai ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur dapat dicapai dengan menggunakan pesawat terbang. Hubungan darat dari kota Kupang ke ibukota Kecamatan se-Kabupaten Kupang hampir seluruhnya dapat dicapai melalui jalan aspal dengan sarana transportasi berupa kendaran perorangan, kendaraan penumpang umum dan kendaraan angkutan barang.

Sedangkan hubungan antar pulau dari ibukota Kupang dengan pulau-pulau dalam wilayah Kabupaten Kupang dapat menggunakan kapal ferry, perahu motor atau speed boat dengan jarak tempuh secara keseluruhan tidak lebih dari 10 ( sepuluh ) jam perjalan.
Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Kupang dijumpai variasinya terbatas namun mempunayai potensi yang cukup besar, data dan informasi untuk bahan galian golongan C, meliputi : lokasi keterdapatan, jumlah cadangan, dan mutu serta coraknya
Unsur Mangan
Sebaran unsur mangan (Mn) terdapat di :
- Amarasi (baun, niti noil, oelnoni, oelsusu)
- Kupang Tengah ( baumata)
- Sulamu (sulamu)
- Fatuleu (Fatu Taemaman & Bespenun Desa Oebola Dalam) (Data tahun 2009 bulan agustus)


     
Potensi Mangan di Kecamatan Kupang Tengah & Amarasi

 

Unsur Nikel
Sebaran unsur nikel (Ni) terdapat di :
- Amfoang Utara (Bagian hulu noil faal)
- Amfoang Selatan (Peg. Kongkong dekat lelogama).


      
Potensi Nikel di Kecamatan Amfoang Selatan & Amfoang Utara

Unsur Besi
Sebaran unsur besi (Fe) terdapat di :
- Amfoang Selatan (sebelah timur laut lelogama sekitar
Matpupu di bagian tengah noil besi yaitu di hulu noil boen, Sebelah timur fatu nuataus pada hulu noil noni)


Potensi Besi di Kecamatan Amfoang Selatan

Unsur Emas
Sebaran unsur emas (Au) terdapat di :
- Amfoang utara bagian hulu noil faal dan anak-anak sungainya
- Amfoang Selatan (sebelah barat lelogama noil neog yang merupakan anak sungai dari noil metan)
- Sulamu (bagian hilir Noil Uel )
- Takari ( sebelah tenggara Bokong di Noil Mina)


     
Potensi Emas di Kecamatan Amfoang
Unsur Perak
Sebaran Unsur Perak (Ag) Terdapat Di :
- Kupang Timur ( Noil Karane Serta Anak Sungainya Noil Koni)
- Amfoang Selatan ( Bagian hulu noil Tarmanu)


     
Potensi Perak di Kecamatan Kupang timur
Unsur Tembaga
Sebaran unsur tembaga (Cu) terdapat di :
- Kupang Timur (oelsu’u, Oelkuku).
- Amarasi (oelsusu, niti noin)
- Amfoang Selatan (Oelbanu, Oelbaun, Oeltua, Faufutu, Nonotuefu, Fatu Kail, Oelbaki).
- Fatuleu (Fatu Booi, Tainiti, Kefaimanu, Fatu Fenu, Nail Mele, Fatu Balu, Bikele, Taemaman Bone, Fatu Tanini).



Potensi Tembaga di Kecamatan Kupang timur & Amfoang Selatan
Wilayah Kabupaten Kupang mempunyai potensi bahan galian golongan C yang cukup besar, selain bahan galian golongan C juga terdapat bahan galian golongan B, bahkan tidak menutup kemungkinan juga terdapat bahan galian golongan A.
Namun pada kenyataanya data dan informasi tesebut masih sangat minim,sehingga perlu adanya ker-ja sama dengan pihak swasta. Dan diharapkan agar nan-tinya dapat menarik investor untuk mau menanamkan modalnya pada sektor pertambangan di Kab. Kupang.
Dalam usaha menarik investor inilah upaya pendataan secara bertahap melalui penelitian potensi bahan galian di Kabupaten Kupang perlu dilakukan. Dari hasil penelitian tersebut, untuk mengetahui lokasi keterdapatan, jumlah cadangan, maupun kualitas dari bahan galian yang ditemukan.
Diharapkan dari sektor pertambangan akan dapat membawa dampak positif pada masyarakat yaitu berupa peningkatan sosial ekonomi dan peningkatan pendapat dengan adanya lapangan kerja baru.
Pencapaian Lokasi
Kota Kupang sebagai ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur dapat dicapai dengan menggunakan pesawat terbang. Hubungan darat dari kota Kupang ke ibukota Kecamatan se-Kabupaten Kupang hampir seluruhnya dapat dicapai melalui jalan aspal dengan sarana transportasi berupa kendaran perorangan, kendaraan penumpang umum dan kendaraan angkutan barang.

Sedangkan hubungan antar pulau dari ibukota Kupang dengan pulau-pulau dalam wilayah Kabupaten Kupang dapat menggunakan kapal ferry, perahu motor atau speed boat dengan jarak tempuh secara keseluruhan tidak lebih dari 10 ( sepuluh ) jam perjalan.
Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Kupang dijumpai variasinya terbatas namun mempunayai potensi yang cukup besar, data dan informasi untuk bahan galian golongan C, meliputi : lokasi keterdapatan, jumlah cadangan, dan mutu serta coraknya
Unsur Mangan
Sebaran unsur mangan (Mn) terdapat di :
- Amarasi (baun, niti noil, oelnoni, oelsusu)
- Kupang Tengah ( baumata)
- Sulamu (sulamu)
- Fatuleu (Fatu Taemaman & Bespenun Desa Oebola Dalam) (Data tahun 2009 bulan agustus)


Potensi Batu Gamping di Kecamatan Kupang Barat

Pasir Coral
Pasir coral merupakan pecahan dari trumbu karang mati yang tersingkap pada pesisir pantai dengan ketebalan 0 – 1,50 meter sehingga cadangannya dapat terdeteksi dengan pasti, dengan bentuk bulat-bulat kecil dan berwarna putih kecoklat-coklatan dan divariasi dengan warna merah.
Digunakan untuk bahan industri genteng semen cetak, penyaringan air bersih dan lain-lain.


Cadangan bahan tambang ini pada Kecamatan:

- Sulamu ( pesisir pantai Pulau Kera,barate, poto) 6.384.276 m3
- Semau (pada daerah-daerah pesisir pantai) 4.137.000 m3
- Fatuleu (nuataus, siomolo, fatukolo) 1.945.000 m3
 

Pasir coral ini berukuran 1 mm – 3 mm

Batu Hias
Batu hias ini termasuk dalam satuan aluvial pantai tersingkap sepanjang muara sungai tarmanu, pola sebarannya mengikuti garis pantai sepanjang lebih dari 2 km dengan ketebalan antara 0 – 2 m, batu hias ini digunakan untuk taman, kolam renang, pelataran halaman dan lain-lain.Cadangan bahan tambang ini kurang lebih 47.022.000 m3 dengan lokasi keterdapatan pada Kecamatan:
- Fatuleu (nuataus, siomolo, fatukolo) 9.945.000 m3
- Amfoang Sltn (Manubelon, tanjung mas) 15.987.000 m3
- Amf. Utara (pantai oepoli, naikliu, afoan) 20.675.000 m3
- Kupang Tengah (pantai manikin) 414.750 m3
Batu hias ini berukuran dari kerikil sampai kerakal yang berbentuk bundar dengan warna putih, biru kehijauan, merah dan variasi warna lainnya.
Batu hias ini berukuran dari kerikil sampai kerakal yang berbentuk bundar dengan warna putih, biru kehijauan, merah dan variasi warna lainnya.


Sebaran Batu Hias di Pantai Siomolo Kecamatan Fatuleu

Unsur Lempung
Lempung yang ada di kabupaten Kupang memiliki kandungan SiO2 mencapai 52% – 54 % berwarna abu-abu kehitaman liat dan kaya akan mineral montmorilonit, bermutu baik dan biasanya dipakai untuk bahan baku keramik dan bahan baku industri Cadangan bahan tambang kurang lebih 150.775.950 m3 dengan lokasi keterdapatan pada Kecamatan :
- Kupang Tengah (oben, maubesi) 45.000.000 m3
- Kupang Barat (foenenok) 478.000 m3
- Fatuleu (Benu, meteana, Camplong II) 4.297.200 m3
- Amfoang Selatan (Manubelon, lelo boko) 7.986.000 m3
- Sabu Timur (eilode) 16.380.000 m3
- Sabu barat ( Raeloro, menia, nada wami) 77.834.000 m3
- Amarasi ( Ponain dan Beito ) 799.200.000 m3




Potensi Lempung

 

Unsur S i r t u
Endapan aluvial yang tersingkap pada lembah sungai ketebalan antara 0,5 m – 2 meter dengan ukuran pasir halus sampai boulder dan komponennya terdiri dari pecahan dari batuan sedimen yang digunakan untuk bahan baku pekerjaan konstruksi ( bangunan, beton, jalan, saluran irigasi, dll). Cadangan ini terukur tidak tetap karena akan terisi kembali pada saat musim hujan, lokasi keterdapatannya pada Kecamatan :
- Sabu Barat (Raidewa, Daieko) 317.479 m3
- Sabu Timur (Ledeke, S.Wuihebo) 20.340 m3
- Kupang Barat (sungai Batulesa) 88.200 m3
- Semau (Otan) 4.137.000 m3
- Kupang Tengah (sungai manikin) 196.102 m3
- Kupang Timur (Oefafi, raknamo) 72.280 m3
- Takari (noelmina, sungai manupeta,bajaisahan, hueknutu, oebana, nesum) 6.690.808 m3
- Sulamu (sungai kukak pariti) 800.000 m3




Potensi Sirtu


Unsur Tanah Liat
Tanah liat berwarna coklat sampai kemerahan, bersifat pasiran halus sampai kasar dan diusahakan untuk membuat batu bata oleh penduduk setempat, dan sebaran tanah liat 5 – 8 ha dengan ketebalan 1 – 5 meter.
Cadangan bahan tambang ini sebesar 112.975.000 m3 dan belum dieksploitasi secara serius, lokasi keterdapatan pada kecamatan:
- Sabu Barat ( kota hawu ) 16.380.000 m3
- Kupang Tengah ( Oebelo ) 720.000 m3
bahan tambang ini dapat juga digunakan untuk industri semen, kertamik, bata tahan api dan lain-lain.



Sebaran Tanah Liat Di Kec. Kupang Tengah


Unsur Marmer
Marmer yang terdapat dikabupaten kupang sangat bervariasi warnanya seperti putih keabu-abuan yang terdapat di wilayah Amfoang, merah keputih-putihan yang terdapat di wilayah Fatuleu, dengan kuat tekan lebih besar dari 500 Kg/cm2 sampai dengan lebih besar dari 800 kg/cm2 yang dapat digunakan untuk ubin lantai maupun dinding, ornamen, batu hias, perhiasan untuk souvenir dan barang-barang kerajinan lainnya.

Cadangan bahan tambang ini sebesar 1.041.524.000 m3
lokasi keterdapatan pada kecamatan:
- Sulamu (Desa Pitai dusun I) 8.766.000 m3
- Fatuleu (nursaen, ekateta,camplong I)451.403.000 m3
- Takari (Kauniki) 41.400.000 m3
- Amf. Sltn (lelogama, OhAem, Oelbanu, Nuabena, Fatu fliu) 539.955.000 m3




Gunung Batu Marmer Nuabena di Kecamatan Amfoang Selatan


NAMA PEMEGANG SURAT IJIN PENAMBANGAN DAERAH (S.I.P.D) KABUPATEN KUPANG

Sektor Unggulan NTT ( KEHUTANAN )


Kehutanan



Luas Kawasan Hutan di Kabupaten Kupang sekitar 402.260.45 Ha dengan rincian menurut fungsinya adalah sebagai berikut:
LUAS KAWASAN HUTAN MENURUT FUNGSINYA
DI KABUPATEN KUPANG
TAHUN 2007
 
Sumber : Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan
Kabupaten Kupang tahun 2007
 
 
LUAS KAWASAN HUTAN MENURUT FUNGSINYA
DI KABUPATEN KUPANG
TAHUN 2008
 
Sumber : Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan
Kabupaten Kupang tahun 2008
 
 
 LUAS KAWASAN HUTAN YANG BELUM DITATA BATAS
MENURUT FUNGSI HUTAN DI KABUPATEN KUPANG
TAHUN 2008
 
Sumber : Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan  Perkebunan & Kehutanan
Kabupaten Kupang tahun 2008
 
 
  LUAS KAWASAN HUTAN YANG SUDAH DITATA BATAS
MENURUT FUNGSI HUTAN DI KABUPATEN KUPANG
TAHUN 2008
 
 
Sumber : Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan
Kabupaten Kupang tahun 2008
 
Kawasan Hutan Rakyat di Kecamatan Amfoang Selatan
 
Kawasan Hutan Lindung di Kecamatan Amfoang Selatan
 
 

 
Pohon Lontar
Selain itu Kabupaten Kupang juga memiliki pohon lontar yang cukup banyak yang menyebar pada hamparan seluas 2.134 Ha dengan produksi mencapai 313 ton air nira yang diproses menjadi gula merah (gula lokal) juga berpotensi untuk diolah sebagai bahan baku kecap manis maupun industri alkohol untuk kepentingan medis. Produksi hasil kayu hutan sampai dengan tahun 2005 sebanyak 2.993.80.M3.

Sektor Unggulan NTT ( Bidang Perikanan & Kelautan )


Perikanan & Kelautan


  • DATA POTENSI PERIKANAN & KELAUTAN TAHUN 2011
KAWASAN PERUNTUKAN PERIKANAN
Luasan Potensial dan Lokasi Potensial Perikanan di Kabupaten Kupang.
Luasan Potensial Kawasan PerikananLuasan Potensial Perikanan (Kecamatan)
35.455haSemau, Sulamu, Amarasi Barat, Kupang Tengah, Kupang timur dan Kupang Barat
Sumber : Rencana Tata Ruang Kabupaten Kupang 2010
Perikanan Tangkap dan Perikanan Laut
Lokasi dan komoditas Perikanan Ungguldi Kabupaten Kupang
NoJenis Komoditas PerikananLokasi  (keamatan)
1TongkolSemau, Semau selatan, Kupang Barat, Kupang Tengah, Sulamu
2KembungKupang Tengah, Sulamu, Amfoang Selatan Amfoang Barat Daya.
3SelarKupang Timur, Kupang Tengah, Amfoang Selatan, Amfoang Utara.
4TembangSemau Selatan, Amarasi Barat, Amarasi Selatan, Amarasi Timur, Amabi Oefoto Timur
5TenggiriSemau selatan, Kupang barat, Kupang tengah, Kupang timur, Amabi Oefeto timur, Sulamu
6ParangKupang barat, Kupang tengah, Kupang timur, Nekamese, Sulamu.
7BawalKupang barat, Kupang tengah, Amarasi barat, Sulamu, Amfoang timur.
8TeriSemau, Kupang barat, Kupang tengah
9LolosiSemau, Semau selatan, Kupang barat, Kupang tengah, Amarasi selatan, Sulamu, Amfoang selatan.
10LayangSemau, Semau selatan, Kupang barat, Kupang tengah, kupang timur, Sulamu, Amfoang timur
11NipiKupang tengah, Nekamese, Amarasi barat, sulamu, Amfoang barat daya, Amfoang utara.
12PaperekSemau, Semau selatan, Kupang barat, Kupang tengah, Sulamu,
13KerapuSemau, Semau selatan, Kupang timur, Fatuleu barat, Sulamu, Amfoang barat daya, Amfoang utara.
14BelanakNekamese, Semau, Semau selatan, Kupang timur, Kupang Tengah, Sulamu,Amarasi barat,  Amfoang selatan, Amfoang utara.
Sumber : Rencana Tata Ruang Kabupaten Kupang 2010
Potensi Lokasi dan Komoditas Non Laut Unggul di Kabupaten Kupang.
NoJenis Komoditas Non LautLokasi (Keamatan)
1LobsterSemau, Kupang barat, Kupang timur, Fatuleu barat
2KepitingSemau, Kupang timur, Sulamu
3TeripangSemau, Semau selatan, Kupang barat, Kupang tengah, Kupang timur, Nekamese, Sulamu, Fatuleu barat, Fatuleu Tengah.
4Rumput LautSemau, Semau selatan
Sumber : Rencana Tata Ruang Kabupaten Kupang 2010
Perikanan Tangkap atau Perikanan Laut.
                   Dari hasil analisa nilai growth komoditi perikanan laut yang memiliki rata-rata nilai diatas rata-rata keseluruhan Kabupaten yaitu : Terdapat pada jenis ikan Tongkol sebesar 1,71%, ikan Tenggiri sebesar 81,59%, ikan Kembung sebesar 26,56%, ikan Selar sebesar 8,15%, ikan Tembang sebesar 15,36%, ikan Parang sebesar 13,58% dan ikan Bawal sebesar 23,49%, sedangkan hasil analisanilai share komoditi perikanan lautyang memiliki rata-rata nilai diatas rata-rata keseluruhan Kabupaten  yaitu terdapat pada jenis ikan nipi sebesar 9,78%..
Kabupaten Kupang merupakan kabupaten kepulauan yang terdiri atas Pulau Timor, Pulau Semau, Pulau Sabu, Pulau Raijua dan banyak pulau lainya yang seluruh berjumlah 27 buah pulau. Sehingga luas perairannya lebih besar daripada luas daratan, dimana luas perairannya adalah 4.086,33 km2 dan garis pantainya adalah 551,61 km2, sementara perairan umumnya adalah 1,75 km2.
NO
KRITERIA TEKNIS
SATUAN
1
KRITERIA TEKNIS UMUM
a. Panjang Garis Pantai423.86Km
b. Luas Laut3,118Km²
c. Luas Perairan Umum ( air tawar )50Ha
2
KRITERIA TEKNIS PERIKANAN TANGKAP
a. Produksi Perikanan Tangkap Tahun 20082,426ton
* Ikan2,306ton
* Non Ikan120ton
b. Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan / PPI-
c. Jumlah Tempat Pelelangan Ikan / TPI-
d. Jumlah Kapal Mendarat di PPI-
e. Jumlah Nelayan Tahun 20096,530orang
* Nelayan Penuh2,043orang
* Nelayan Sambilan Utama2,326orang
* Nelayan Sambilan Tambahan1,917orang
3
KRITERIA TEKNIS PERIKANAN BUDIDAYA
a. Panjang Irigasi Tambak ( M )17Km
b. Produksi Perikanan Budidaya tahun 20082,379ton
* Rumput Laut2,355ton
* Ikan Air Tawar1.6ton
* Ikan Bandeng23ton
c. Luas Baku Lahan Budidaya Tahun 200911,587Ha
* Luas Baku Lahan Usaha Budidaya Laut
* Luas Baku Lahan Usaha Budidaya Ikan Air Tawar50Ha
* Luas Baku Lahan Usaha Budidaya Air Payau (Tambak)600Ha
d. Jumlah Pembididaya Ikan Tahun 2009
* Pembudidaya Rumput Laut6,615orang
* Pembudidaya Ikan Air Tawar60orang
* Pembudidaya Air Payau (Tambak)30orang
e. Jumlah Balai Benih dan BBIP-
f. Jumlah Balai Benih Ikan dan BBUG-
4
KRITERIA TEKNIS PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
a. Jumlah Pulau-pulau Kecil9Pulau
b. Jumlah Pulau-pulau Kecil Terluar Perbatasan1Pulau
c. Luas KKLD
5
KRITERIA TEKNIS PENGAWASAN
a. Jumlah Pokmaswas Tahun 20093Pokmaswas
b. Jumlah Kasus2Kasus
c. Jumlah Pos Pengawas-
6
KRITERIA TEKNIS PENGOLAHAN DAN PEMASARAN
a. Jumlah Unit Pengolahan Tahun 200910unit
b. Jumlah Produksi Ikan Olahan Tahun 200910unit
c. Jumlah Pemasaran Ikan Tahun 2009900ton
d. Jumlah Pengolah Tahun 200915orang
e. Jumlah Pabrik Es Tahun 2009-
f. Jumlah Pasar Ikan Depo Tahun 2009-

Selain menghasilkan ikan, pantai kabupaten Kupang juga menghasilkan Rumput Laut yang merupakan komoditi andalan yang telah diekspor ke luar daerah dengan jumlah produksi sekitar 4.000 ton pertahun (data tahun 2006) yang dikelola oleh sekitar 4.911 KK atau 15.615 orang pembudidaya
Wilayah perairan laut Kabupaten Kupang yang meliputi :, Perairan laut sekitar Pulau Semau, Laut Timor, Lautan Indonesia, Laut Sabu, Teluk Kupang dan Selat Ombai, memiliki potensi sumber daya kelautan (ikan dan hasil laut lainnya) yang cukup besar namun belum dikelola secara optimal untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Pemerintah Kabupaten Kupang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu sub sektor pertanian yang penting untuk terus dikembangkan sebab komoditi perikanan adalah salah satu sumber gizi yang dapat dijangkau oleh segala lapisan masyarakat disamping hasil yang didapat dari sub sektor perikanan ini menunjang program pemerintah dalam usaha meningkatkan kemampuan sumber daya masyarakat.
Rumput Laut
Primadona baru menjanjikan sejalan dengan program Kabupaten Kupang yaitu budidaya Rumput Laut, terutama di wilayah pesisiran pantai (Sabu, dan Timor). Hasil dari program ini sudah sangat berarti untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. Produksi rumput laut menunjukkan peningkatan yang sangat berarti. Produksi rumput laut di Kabupaten Kupang mengalami kenaikan di daratan Sabu maupun Timor
Potensi Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Kupang meliputi areal seluas 30.000 Ha namun yang telah dimanfaatkan baru lahan seluas 1.575 Ha, (5,25%) dengan hasil produksi sebanyak 3.345,1 ton kering. Kerang Mutiara
Potensi lahan untuk pengembangan budidaya kerang mutiara seluas 10 Ha, tersebar pada lokasi : Kecamatan Semau : Desa Hansisi dan Kecamatan Kupang Barat : Desa Lifuleo, Lahan potensial yang baru dimanfaatkan seluas 2 Ha
Teripang Potensi lahan untuk budidaya teripang, seluas 500 Ha, terdapat di lokasi : Kecamatan Kupang Barat : Desa Batubao dan Kecamatan Sulamu : Pulau Burung, Desa Pitai.
Budidaya Air Tawar : Potensi Budidaya Ikan Air Tawar, tersedia lahan seluas 6 Ha. dengan lokasi di : Kecamatan Kupang Timur. Kecamatan Kupang Tengah, Kecamatan Takari dan Kecamatan Sulamu. Pemanfaatan lahannya baru seluas 2,3 Ha dengan hasil produksi 54,9 Ton.
LUAS PERAIRAN DAN PANJANG GARIS PANTAI DI KABUPATEN KUPANG
Luas Perairan Laut : 4.086,33 Km2 Luas Perairan Umum  : 1,75 Km2 Panjang Garis Pantai : 551,61 Km